Dua guru dari Sekolah Harapan, Ibu Maria Indriatna (SDK. Harapan) dan Ibu Neti Herawati (SMPK. 1 Harapan), mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pertukaran guru selama tiga minggu (27 april – 16 mei) di Coffs Harbour Christian Community School (CHCCS), Australia. Pengalaman mereka tidak hanya memperkaya secara profesional, tetapi juga secara pribadi, meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya koneksi lintas budaya dalam dunia pendidikan.
Selama berada di CHCCS, Ibu Maria dan Ibu Neti aktif mengajar dan terlibat dalam program Bali Buddies, sebuah inisiatif sahabat pena antara siswa di Indonesia dan Australia. Program ini memungkinkan siswa untuk saling bertukar surat, berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari, hobi, keluarga, bahkan impian masa depan mereka. Surat-surat itu menjadi jendela kecil yang membuka pandangan luas tentang budaya masing-masing negara. Anak-anak Australia menunjukkan antusiasme tinggi ketika menerima surat dari teman mereka di Indonesia, begitu pula sebaliknya.
Ibu Maria yang lebih banyak mengajar di jenjang taman kanak-kanak dan sekolah dasar, memanfaatkan lagu-lagu anak Indonesia serta kartu bergambar untuk mengenalkan kosa kata dasar dalam Bahasa Indonesia. Ia memperkenalkan warna, angka, nama binatang, hingga sapaan sederhana. Salah satu kegiatan favorit adalah membahas hewan dan makanan khas Indonesia, yang langsung menarik minat anak-anak
Sementara itu, Ibu Neti mendapat kesempatan mengajar siswa dari berbagai tingkatan, mulai dari kelas 6 hingga kelas 12. Ia memperkenalkan nama-nama binatang, tempat, dan benda dalam Bahasa Indonesia, bahkan mengadakan permainan kata kerja interaktif yang membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Ketika mengajarkan Bahasa Indonesia, ia juga memperkenalkan budaya Indonesia melalui cerita dan pengalaman pribadinya.
Keduanya merasakan manfaat besar dari metode pengajaran di CHCCS yang berpusat pada anak dan menghargai ekspresi individu. Diskusi terbuka dan penghargaan terhadap pendapat siswa menjadi hal yang sangat ditekankan. Para siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari interaksi langsung yang membangun empati dan pemahaman antar budaya.
Selain pengalaman mengajar, mereka juga menjelajahi lingkungan sekolah yang lengkap dan nyaman. Perpustakaan yang luas, ruang kelas yang modern, serta fasilitas olahraga yang memadai menjadi bukti keseriusan CHCCS dalam mendukung proses pembelajaran
Yang paling membekas bagi Ibu Maria dan Ibu Neti bukan hanya kegiatan akademik, tetapi kehangatan komunitas sekolah dan semangat kolaborasi antar staf pengajar. Mereka merasa diterima dengan tangan terbuka dan diajak menjadi bagian dari keluarga besar CHCCS.
Keduanya kembali ke Indonesia dengan membawa banyak ide, semangat baru, dan kenangan manis. Mereka berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan diperluas, karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh guru, tetapi juga oleh siswa di kedua negara.

















