DENPASAR — Dalam upaya memperkuat rasa persatuan dan memupuk sikap saling menghargai di tengah kemajemukan bangsa, Sekolah Kristen Harapan bekerja sama dengan Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) menggelar seminar interreligius bertajuk “Merawat Indonesia Melalui Toleransi dan Persaudaraan: Membangun Generasi Pembawa Damai”. Kegiatan yang menghadirkan tokoh-tokoh dari lima agama ini menjadi ruang dialog inklusif bagi para siswa untuk memahami pentingnya keberagaman sejak dini.
Melalui sinergi ini, generasi muda diajak untuk tidak sekadar memahami perbedaan secara teoretis, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar yang berlangsung interaktif ini menghadirkan perwakilan pimpinan dan tokoh lintas agama di Bali, yaitu dari agama Hindu, Katolik, Kristen Protestan, Islam, dan Buddha. Kehadiran para penceramah dari latar belakang keimanan yang berbeda ini memberikan perspektif yang kaya dan komprehensif bagi seluruh peserta.
Masing-masing narasumber memaparkan ajaran kebaikan dan kedamaian dari sudut pandang agamanya, sembari menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan yang erat sebagai sesama warga negara Indonesia. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya diskusi, mengajukan pertanyaan seputar tantangan menjaga kerukunan di era digital, hingga cara menyikapi perbedaan pandangan di lingkungan pertemanan.
Penyelenggaraan seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali generasi muda dengan pemahaman kebangsaan yang utuh di tengah pesatnya arus informasi. Sekolah Kristen Harapan dan GKPB menyadari bahwa sekolah merupakan salah satu laboratorium sosial terbaik untuk menanamkan benih-benih perdamaian dan sikap saling menghormati.
Acara yang digagas bersama oleh pihak manajemen sekolah dan GKPB ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda formal tahunan, melainkan sebagai pijakan awal pembentukan karakter siswa. Pihak penyelenggara menekankan bahwa merawat kebhinekaan adalah tugas berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen anak bangsa.
Melalui seminar ini, seluruh peserta diajak untuk melangkah lebih jauh dari sekadar wacana. Menjaga Indonesia yang majemuk butuh aksi nyata yang konsisten dari hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari.
Sekolah Kristen Harapan dan GKPB berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif serupa di masa mendatang. Dengan mengedepankan dialog dan kebersamaan, diharapkan toleransi benar-benar berakar menjadi gaya hidup dan fondasi utama dalam memperkokoh persatuan Bangsa Indonesia.









